Halau Kanker dengan Sesendok Madu

Getty Images
Artikel Terkait:
Lebah, Penyengat yang Menyembuhkan
Senin, 21 April 2008 | 16:35 WIB
SESENDOK gula mungkin bakal menolong Anda menggelontorkan obat yang Anda makan namun tidak memberi apa-apa selain kalori. Sebaliknya, madu akan meningkatkan kadar antioksidan endogen dalam tubuh Anda.
Antioksidan endogen merupakan unsur yang diproduksi tubuh untuk menghalau radikal bebas penyebab munculnya penyakit jantung, kanker dan penyakit lainnya lagi.
Dalam sebuah penelitian kecil, setelah sebulan empat sendok makan madu setiap hari—yng cukup untuk memaniskan secangkir teh—25 relawan mengalami peningkatan kadar antioksidan hingga 5 sampai 12 persen dalam darah mereka.
Jadi, pastikan agar Anda menggunakan madu sebagai pengganti gula. Jangan gunakan dua-duanya, karena Anda hanya akan melipatgandakan asupan kalori.
Anak Muda, Waspadai Serangan Jantung

Artikel Terkait:
Halau Kanker dengan Sesendok Madu
Jantungan? Lindungi dengan Telmisartan
Anak Malas Rentan Sakit Jantung
Gangguan Jantung pada Remaja
Teh Hitam Cegah Sakit Jantung, Kanker dan Diabetes
Senin, 28 April 2008 | 18:57 WIB
GAYA hidup kaum muda, seperti jarang berolahraga, merokok, makan makanan berkolesterol tinggi, dan jam kerja terlalu tinggi, mengakibatkan mereka rentan terhadap penyakit jantung. Padahal, penyakit jantung masih menjadi penyakit pembunuh nomor satu.
Sri Lestari Sudiro, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Jawa Tengah, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers menyambut acara Malam Dana Yayasan Jantung Indonesia di Kota Semarang, Senin (28/4). Penggalangan dana untuk penderita penyakit jantug itu akan di selenggarakan di Hotel Patra Jasa Semarang pada Sabtu (3/5) mendatang.
Menurut Sri, seiring banyaknya kaum muda berpenghasilan tinggi, gaya hidup mereka berkontribusi terhadap risiko serangan penyakit jantung. Pola makanan yang tak sehat, yaitu kerap memakan makanan berkolesterol tinggi, misalnya, menjadi salah satu pemicu serangan penyakit jantung.
Selain makanan, kecenderungan anak muda sekarang malas berolah raga. “Untuk naik ke lantai yang tidak terlalu tinggi saja mereka menggunakan lift. Padahal, lebih sehat jika menggunakan anak tangga, ” ujar Sri.
Agung Sudarmanto, dokter penyuluh penyakit jantung Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Jawa Tengah, mengatakan, beberapa hal yang potensial menyebabkan penyakit jantung adalah kegemukan, tekanan darah tinggi, merokok, dan stres.
“Penyebab lainnya adalah kencing manis dan faktor keturunan. Selain itu, usia di atas 50 tahun rentan terkena penyakit jantung, ” jelas Agung.
Sebagai tindakan pencegahan penyakit jantung, Yayasan Jantung Indonesia mengkampanyekan gerakan SEHAT. SEHAT yang dimaksud adalah Seimbang gizi, Enyahkan rokok, Hindari Stres, Awasi tekanan darah, dan Teratur berolahraga.
Sri mengatakan, pada malam penggalangan dana nanti , hasilnya akan disumbangkan kepada penderita penyakit jantung dari keluarga miskin. Hingga saat ini, Yayasan Jantung Indonesia telah membantu 70 pasien penyakit jantung untuk mendapatkan pengobatan gratis.
Pasien penyakit jantung dari keluarga miskin bisa mengajukan bantuan pengobatan kepada yayasan kami. Syaratnya, harus ada keterangan tidak mampu dari RT/RW dan kelurahan. Selanjutnya, oleh tim dokter kami akan didiagnosa penyakitnya terlebih dahulu, jelas Sri.
Menurut Medical Staff Division Rmah Sakit Telogorejo Agus Harjono, setidaknya dua pasien penyakit jantung dioperasi di RS Telogorejo setiap bulannya. Untuk pemeriksaan jantung, hampir setiap hari ada pasien yang memeriksakan diri.
Jantungan? Lindungi dengan Telmisartan
Artikel Terkait:
Menopause Berseri dengan Drospirenone dan Estradiol
Chitosan, Limbah Kulit Udang untuk Diabetes dan Hipertensi
Rabu, 9 April 2008 | 19:17 WIB
TELMISARTAN, obat antihipertensi golongan angiotensin II Receptor Blocker (ARB) moderen, memberi perlindungan setara dengan Ramipril yang merupakan standar emas pengobatan hipertensi. Obat ini juga dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, myocardial infarction, stroke serta mengurangi jangka waktu perawatan di rumah sakit karena gagal jantung.
![]()
Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian dan kecacatan nomor satu secara global, kata Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia dr Arieska Ann Soenarta SpJP(K), dalam diskusi bertema Waspadai Hipertensi dan Penyakit Penyertanya sebagai Ancaman Kematian Terbesar di Dunia , Rabu (9/4), di Hotel Mulia, Jakarta.
Penyakit kardiovaskular adalah istilah bagi serangkaian gangguan yang menyerang jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, nyeri dada, kerusakan sementara pada penglihatan. Definisi kardiovaskular juga mencakup penyakit lain seperti kerusakan jantung akibat demam reumatik, penyakit jantung bawaan.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), dari sekitar 10 juta orang di dunia yang selamat dari stroke setiap tahunnya, lebih dari 5 juta di antaranya cacat permanen sehingga jadi beban keluarga dan masyarakat. Stroke mayor dianggap oleh separuh populasi berisiko sebagai hal yang lebih buruk dibanding kematian.
Penyebab utama penyakit kardiovaskular adalah sekitar 75 persen penderitanya di seluruh dunia disebabkan faktor risiko konvensional termasuk obesitas, kurang aktivitas fisik dan penggunaan tembakau. Di negara maju, setidaknya sepertiga penderita penyakit kardiovaskular disebabkan lima faktor risiko yaitu tembakau, alkohol, tekanan darah tinggi atau hipertensi, kolesterol dan obesitas.
Baru-baru ini studi ONTARGET (Ongoing Telmisartan Alone and in combination with Ramipril Global Endpoint Trial) yang melibatkan 25.620 pasien dipresentasikan dalam Pertemuan Ilmuwan Tahunan ke-57 Perhimpunan Ahli Kardiologi Amerika, Amerika Serikat. Hasil studi itu membuktikan, Telmisartan memberi perlindungan setara dengan Ramipril.
Perlindungan terhadap episode kardiovaskular pada pasien yang menerima Telmisartan sebesar 16,66 persen, sedangkan pasien yang menerima Ramipril 16,46 persen. Risiko relatif (angka perbandingan probabilitas episode yang terjadi pada kelompok Telmisartan dibandingkan kelompok Ramipril) sebesar 1,01 dengan 95 persen Cl dari 0.9 4-1.09.
Pada tahun 2000, studi HOPE menunjukkan, risiko kardiovaskular pada pasien yang diobati dengan Ramipril menurun sekitar 20 persen dibandingkan placebo. Ini berarti bahwa episode serius kardiovaskular dapat dicegah. Efek yang setara juga terjadi pada penggunaan Telmisartan. Dalam stu di itu, semua respon yang berisiko tinggi menerima pengobatan standar seperti statin untuk menurunkan kolesterol, terapi anti-platelet, betablocker dan obat antihipertensi lain.